Detail Cantuman Kembali
analisis pengaruh penggunaan bahan bakar HSD dan biodesel B30 pada komponen mesin
Bahan bakar alternatif bagi mesin diesel sangat menarik perhatian dunia sebagai akibat adanya krisis energi dunia. Pada awal 1900, minyak nabati telah digunakan sebagai bahan bakar diesel. Selama ini, kebutuhan minyak bumi di Indonesia sebagai pasokan kapasitas kilang masih tergantung pihak luar, sedangkan kebutuhan BBM meningkat sejalan pertumbuhan ekonomi dan penduduk. Untuk itu, perlu alternatif bahan bakar baru guna mereduksi kebutuhan bahan bakar fosil. Bahan bakar biodiesel dengan bahan utama minyak kelapa sawit (Palm Oil) merupakan salah satu alternatif bahan bakar untuk menggantikan bahan bakar diesel (diesel fuel). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar pada kapal tug boat dan pengaruh yang terjadi dari komponen main engine setelah dilakukan overhaul dengan metode uji oli bekas spectrofotometri ketika mesin menggunakan bahan bakar tipe B30, terdapat 7 kandungan logam dan partikel bebas yang di ambil antara lain : Aluminium (Al), Besi (Fe), Kromium (Cr), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan Silikon (Si). Terdapat 3 kandungan dengan konsentrasi tinggi yaitu Aluminium (Al) 132,13 ppm, batas normal 10-20, Tembaga (Cu) 52,51 ppm batas normal 1-75 ppm dan silikon (Si) 35,11 ppm batas normal 5-20 ppm, untuk kandungan yang lain masih dalam batas yang wajar, setelah dilakukan overhaul dan dilakukan pengukuran dengan menggunakan bahan bakar tipe HSD bulan April 2023 kondisi semua komponen mesin masih dalam batas normal, kemudian dilakukan overhaul lagi pada bulan maret 2025 dengan bahan bakar tipe B30 kondisi mesin terdapat salah satu komponen yang tidak layak untuk digunakan lagi yaitu liner sejumlah 24 unit perlu dilakukan pergantian, disimpulkan bahwa bahan bakar tipe HSD lebih bagus dan tidak menimbulkan masalah pada komponen mesin, selain itu dilakukan anlisa mengenai konsumsi bahan bakar antara HSD dan B30, anlisa dilakukan dengan laporan penggunaan bahan bakar selama periode 1 bulan pelayaran, di dapatkan angka sekitar 1-2% lebih tinggi konsumsi bahan bakar B30 selama periode 1 bulan pelayaran.
622.25.24 Ahm a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xiv, 103 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







